Heboh Fortuner Kena Skandal Toyota, Pabrikan di RI Diminta Tiru Jepang

SHARE  

Toyota New Fortuner GR Sport saat Test Drive di Edutown Arena, BSD, Tangerang Selatan, Jumat, (14/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Toyota New Fortuner GR Sport saat Test Drive di Edutown Arena, BSD, Tangerang Selatan, Jumat, (14/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Pabrikan mobil Jepang, Toyota, kembali diterpa kasus dan menimpa sejumlah lini produk. Akibatnya, Toyota dikabarkan telah menghentikan produksi akibat skandal dugaan kecurangan dalam sertifikasi mesin tersebut.

Komite investigasi khusus di Jepang ditugaskan untuk menyelidiki potensi penyimpangan peraturan sertifikasi terkait dengan sertifikasi emisi domestik yang tidak tepat pada mesin forklift dan mesin konstruksi. Atas kasus ini, Toyota menyadari betapa seriusnya fakta pelanggaran sertifikasi yang berulang kali terjadi di TICO, seperti skandal Daihatsu yang terjadi bulan lalu yang telah mengguncang fondasi perusahaan sebagai produsen mobil.

Ironisnya, meski Toyota di Jepang mengakui kesalahan tersebut dan menyebut mobil Fortuner produksi Indonesia masuk dalam daftar terkena masalah tersebut, Toyota di Indonesia justru menyebut mobilnya di Indonesia tidak terpengaruh sehingga tidak mengganggu kinerja mesin.

Pengamat otomotif Bebin Djuana pun menilai seharusnya Toyota bisa lebih terbuka terhadap kasusnya.

Baca: Ini Dia Fortuner Made in RI yang Kena Skandal Toyota, Kamu Punya?

“Itu juga membuat saya bertanya-tanya, karena kali ini urusan mesin dieselnya. Toyota Indonesia seharusnya lebih terbuka kenapa di Indonesia tidak masalah sedangkan di Jepang diakui bermasalah! Apakah mesinnya beda? Apakah standardnya beda? Apakah komponennya beda?” kata Bebin kepada CNBC Indonesia, Kamis (1/2/2024).

“Berita terakhir bukan soal perangkat keselamatan. Kalau urusan perangkat keselamatan perlu kejelasan bahwa yang dijual disini tanpa side airbag atau jika berurusan dengan struktur kenapa yang disini aman-aman saja! Semua biar jelas. Sekarang pada saat klarifikasi tetap tidak menjelaskan inti masalahnya. Serba tertutup,” kata Bebin.

Apalagi sebagai penguasa pasar, mobil produksi Toyota menjadi yang paling banyak digunakan di RI selama bertahun-tahun. Pada tahun 2023 lalu saja, wholesales mobil Toyota tembus 336.777 ribu unit atau 1/3 dari jumlah mobil yang terjual di Indonesia. Jika ditambah Daihatsu saja yang tahun lalu menjual 188.000 ribu unit, maka total penjualan keduanya sudah menguasai lebih dari 50% ceruk pasar otomotif di RI. Namun, keduanya justru terlibat skandal.

Baca: Toyota Fortuner Kena Skandal, Menperin Agus Gumiwang Buka Suara

Pada akhir Desember lalu, Daihatsu yang terkena skandal dan menyeret Toyota. Daihatsu bahkan menghentikan seluruh produksinya di Jepang seiring dengan skandal pengujian keselamatan yang memengaruhi 64 model selama lebih dari tiga dekade.Pengumuman itu terkait pelanggaran regulasi mengenai uji keselamatan oleh pabrik dan sontak menggemparkan sektor otomotif dunia.

Pemerintah mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan dan instansi terkait diminta tegas. Termasuk bertanggungjawab terhadap produk yang diumumkan oleh prinsipal di Jepang terlibat skandal.

“CEO di Jepang minta maaf pada dunia karena skandal yang ditutupi lebih dari 30 tahun. Di Indonesia no respons, silahkan menilai sendiri. Kalau APM tidak membuka pintu informasi maka bola gelap https://pembangkitkuku.com/yang akan bergulir,” ujar Bebin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*